Pemasangan Rumah Burung Hantu (RUBUHA)

05 Juni 2024
Administrator
Dibaca 62 Kali
Pemasangan Rumah Burung Hantu (RUBUHA)

Inovasi Ramah Lingkungan: Pembuatan Rumah Burung Hantu (Rubuha) di Desa Tuntang untuk Pengendalian Hama Tikus

Tuntang, 2024 — Dalam upaya meningkatkan hasil pertanian dan menjaga keberlanjutan lingkungan, Pemerintah Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang melaksanakan program pembuatan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai solusi alami untuk mengendalikan populasi tikus sawah.

Program ini dilaksanakan sepanjang tahun 2024 di beberapa titik area persawahan yang rawan serangan hama tikus. Burung hantu, khususnya jenis Tyto alba atau Serak Jawa, dikenal sebagai predator alami tikus sawah yang sangat efektif. Satu ekor burung hantu dewasa mampu memangsa hingga 3–5 ekor tikus per malam.

kegiatan pembuatan Rumah Burung Hantu (RUBUHA) di danai oleh APBDes Desa Tuntang dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 60.000.000

Tujuan dan Manfaat Program

Pembuatan Rubuha bertujuan untuk:

  • Mengendalikan populasi tikus secara alami dan berkelanjutan,

  • Mengurangi ketergantungan petani terhadap racun kimia yang dapat mencemari tanah dan merusak ekosistem,

  • Menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui pendekatan ekologi.

Pelaksanaan Kegiatan

Pembuatan Rubuha dilakukan secara gotong royong oleh para petani bersama perangkat desa dan didampingi oleh penyuluh pertanian. Rumah burung hantu ini dibuat dari bahan ramah lingkungan seperti kayu dan papan bekas, serta ditempatkan di lokasi strategis di tengah hamparan sawah.

Tim juga melakukan monitoring berkala untuk memastikan rumah tersebut dihuni oleh burung hantu dan tetap dalam kondisi baik. Beberapa lokasi bahkan sudah menunjukkan hasil positif dengan penurunan signifikan serangan hama tikus, terutama menjelang masa panen.

Komitmen Ke Depan

Program ini menjadi bagian dari komitmen Desa Tuntang dalam mengembangkan pertanian yang sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan. Diharapkan, keberadaan Rubuha dapat menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Semarang.

slot