Bimbingan Teknis Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair Organik
Tingkatkan Ketahanan Pertanian: Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Trichoderma dan Nitrobacter di Desa Tuntang
Tuntang, 5 September 2024 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, Dinas Pertanian Kecamatan Tuntang menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Trichoderma dan Nitrobacter. Kegiatan ini bertempat di Desa Tuntang dan diikuti oleh kelompok tani dari seluruh dusun se-Desa Tuntang. Kegiatan ini di danai oleh Anggaran Belanja Desa Tuntang (Dana Desa) dengan jumlah Anggaran Rp. 5.000.000
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Bapak Arif Zaky Awi, selaku narasumber dari Dinas Pertanian yang telah berpengalaman dalam pengembangan pupuk hayati dan bioteknologi pertanian.
Tujuan dan Materi Pelatihan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
-
Meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri,
-
Mendorong penggunaan mikroorganisme ramah lingkungan seperti Trichoderma untuk pengendalian penyakit tanaman dan Nitrobacter untuk menyuburkan tanah secara alami,
-
Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Materi pelatihan meliputi:
-
Pengenalan karakter dan manfaat mikroba Trichoderma dan Nitrobacter,
-
Proses pembuatan pupuk organik cair dan padat berbasis mikroba,
-
Aplikasi pupuk di lahan pertanian secara tepat guna,
-
Praktik langsung pembuatan pupuk oleh peserta.
Antusiasme Peserta
Peserta yang berasal dari seluruh kelompok tani di Desa Tuntang mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan semangat belajar. Selain mendapatkan materi secara teori, mereka juga melakukan praktek langsung di lapangan dengan pendampingan tim teknis dari Dinas Pertanian.
Harapan ke Depan
Melalui pelatihan ini, diharapkan petani di Desa Tuntang mampu:
-
Memproduksi dan memanfaatkan pupuk organik sendiri secara berkelanjutan,
-
Meningkatkan produktivitas pertanian tanpa merusak ekosistem,
-
Menjadi pelopor pertanian sehat berbasis hayati di wilayahnya masing-masing.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan ketahanan pangan di tingkat desa.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin