Rapat Koordinasi Persiapan Lomba Evaluasi Perkembangan Desa
Dalam rangka mengikuti Lomba Evaluasi Perkembangan Desa tingkat Kabupaten Semarang, Desa Tuntang mengadakan kegiatan rapat koordinasi pada tanggal 22 April, sementara kegiatan inti terlaksana pada tanggal 24 April 2025. Tujuan utama dari rapat ini adalah untuk merespons surat dari Kabupaten Semarang yang menetapkan Desa Tuntang sebagai salah satu dari tiga desa terpilih mewakili tiga kecamatan.
Dalam kegiatan ini dibahas mengenai kesiapan berbagai unsur desa seperti PPG, PKK, Posyandu, dan LKMD. Termasuk juga administrasi yang perlu disiapkan sebagai bagian dari penilaian lomba.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan di Balai Desa Tuntang, dengan inisiatif utama dari pemerintah desa dan dukungan penuh dari masyarakat penggerak. Adapun peserta kegiatan berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, Linmas, PDD, LKMD, serta partisipan aktif yang selama ini terlibat dalam pemutakhiran IDM (Indeks Desa Membangun), yang menunjukkan bahwa Desa Tuntang telah mencapai kategori Desa Mandiri.
Tujuan kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan lomba, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi dan pendorong semangat bagi desa-desa lain agar menjadi lebih mandiri. Harapan besar muncul agar Desa Tuntang bisa meraih juara 1 dalam ajang ini dan menjadi contoh inspiratif bagi desa lain.
Dari segi proses, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak dengan koordinasi yang rapi. Kegiatan menjelang hari-H bahkan dilakukan secara lembur demi menyelesaikan pemberkasan administrasi. Masyarakat menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi. Bapak Arif Wicaksono menyatakan bahwa kegiatan ini bisa dikatakan berhasil karena pemenuhan berkas berjalan sangat baik. Meski terdapat kendala seperti waktu yang mendadak, hal itu tidak menjadi hambatan yang berarti berkat kekompakan warga.
Dalam sesi wawancara, Bapak Arif juga menambahkan bahwa program inovasi sosial menjadi nilai lebih Desa Tuntang. Program tersebut mencakup olahan kerupuk, pemanfaatan eceng gondok, dan KWT (Kelompok Wanita Tani) yang mengembangkan sayuran dengan potensi ekspor. Walau tahap ekspor belum sepenuhnya terwujud, produk seperti kerupuk dari UMKM desa telah berhasil menjangkau konsumen hingga luar provinsi, seperti Jakarta dan wilayah lainnya secara konsisten.
Kontributor : Evrysa Nur Afidah
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin